Aku Introvert

Posted: 25 Januari 2014 in Opini

Suatu waktu engkaupun bertanya. “Bertahun lamanya bersama, melewati hampir segala hal, menyaksikan segala peristiwa. Tapi, semacam ada kisah terputus, tak berkelanjutan, tak terkisah.” Lalu dengan menundukkan hati, padamu aku sampaikan. “Sesungguhnya sekarang kita hidup dalam bangsa yang sakit, tidak memikirkan kecuali tentang diri mereka sendiri. Yang hanya ingin mereka tahu, bahwa masih ada sekelompok manusia yang berbuat, bekerja memperbaiki umat, hingga kelak akhirnya mereka meyakini kebenaran agama ini. Maka, tak perlu perlihatkan apa yang telah kita korbankan, rasa sakit yang lama tertahan, dan pundak yang penuh beban. Cukuplah mereka menyaksikan apa yang mampu kita lakukan, maka lakukanlah yang terbaik. Dan karena engkau mempersaksikan bahwa aku adalah saudara yang kau cintai karena Allah, maka kuharap engkau adalah orang yang terlebih dahulu memahami dibandingkan siapapun. Dan saksikanlah, bahwa aku juga mencintaimu karena Dzat yg menjadikanmu mencintaiku karena Allah..” Baca entri selengkapnya »

Buya Hamka dan Pram

Posted: 2 Januari 2014 in Opini

Originally posted on KAMMI MADANI:

b1Beberapa waktu lalu saya memang getol membacai karya sastra Pramoedya Ananta Toer meski baru sekian kelumit dari banyaknya buku yang ia tulis. Semangat atas asupan dari tulisan Pram membuat saya semakin giat membaca karya sastra yang saya akui baru-baru ini saja saya hinggapi.

Saya percaya tidak ada suatu kebetulan di dunia ini. Nah, usai membaca sekitar empat karya Pram saya beranjak membaca buku berjudul ‘Ayah..’ karya Irfan Hamka, anak Buya Hamka. Ternyata oh ternyata dalam tulisan yang mengulaskehidupan sosok luar biasa seperti Buya Hamka tertera juga sedikut ulasan mengenai hubungan Pram dan Hamka pada masa mereka masih hidup.

Saya bukan sekali dua kali mendengar bahwa sosok Pram merupakan pentolankomunis (PKI) yang menggawangi bidang sastra. Meski belum mendalam, saya jugapernah mendengar dan sedikit tau tentang Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang dinahkodai Pram sendiri. Namun latar belakang ini bagi saya tidak baik untuk dijadikan penghalang kita membacai karya-karyanya. Framing awal terhadap penulis…

View original 527 more words

Sabar

Posted: 23 November 2013 in Dakwah, Renungan

Sabar itu suatu kemanisan. Sukar ditepis saat teruji. Namun, karena kesabaran itu, ia mengajar arti ketabahan..

Sabar juga mengajar arti memahami. Karena kesabaran itu mendidik untuk berakhlak..

Melalui kesabaran itu, aku belajar menghargai.. Dari titik kesabaran itulah aku mengenal arti pekerti..

Rasulullah SAW seorang yang penyabar. Walau ramai ujian dan rintangan dalam menyebarkan dakwah, baginda tetap sabar dan istiqomah dalam perjuangan..

Aku hendak meneladani akhlak Ar-Rasul, sebenar-benarnya tauladan, suri tauladan kehidupan sepanjang zaman.

Mengapa perlu mengeluh saat teruji? Sebab, kebiasaan mengeluh dengan sesuatu yang sebenarnya masih dalam kemampuan kendali, hanya akan membuatmu semakin terpuruk saat diuji dengan sesuatu yang mampu melemahkanmu.. Baca entri selengkapnya »

Random #10

Posted: 19 Oktober 2013 in Opini

Aku memang menjauh,
Tapi hatiku masih terpaut, di tempat yang sama
Seperti yang pernah ku katakan padamu
Nanti, aku akan kembali lagi
Menemui yang ku harap masih tegar di sana

Ya, ini bukan selamat tinggal
Tapi sampai jumpa lagi… Baca entri selengkapnya »

Originally posted on Fight For Freedom:

.

Bismillah…

Semoga dua video ini bisa menjadi Motivasi dan Inspirasi bagi para calon ayah dan para ayah di negeri ini, untuk membumikan Generasi Qur’ani. Barakallah… aamiin.

View original 366 more words

Senandung Terlupakan

Posted: 13 Juli 2013 in Opini
Tag:, ,

Pemimpi-pemimpi besar itu
Telah ditelan zaman
Gagasan, pengajaran.
Mengorbit, mengitari garis lintang
Berkeliaran bolak-balik
Khatulistiwa ke khatulistiwa
Tanpa pengakuan
Bermodal ajaran, bermodal petuah
Harga diri, etos kerja, sikap mandiri

Kan kusenandungkan, mereka yang terlupakan
Jiwamu mengawang
Harimu selesai sudah
Kau bawa semua aurora
Selagi puisi terdeklamasikan
Sebenderang siang dituturkannya
Senandung dendang hati

Tuhanku..
Limpahkan istirahat abadi
Bagi mereka, para pengukir janji
Berjuta tadahan tangan
Usapan wajah harap
Ridho Mu, hanya Kau
Perkenankanlah…

Beribu mereka, tak berpusara, tak dicatat
Membusuk, tak berpatung, tak bertugu
Hanya dalam sanubari melegenda
Sebelum bertemu, tetap ditunggu

Manalah sejarah kuat melupa seluruh masa
Istana, rumah, penjara
Sudut kota kan bersaksi
Pertempuran melahirkan pahlawan

Walau tak mengerti
Kucatat peristiwa ini
Bukan untuk dihantamkan
Jutaan bocah sepertiku, kala itu
Tak ada yang istimewa
Dengarkan saja..

Runduk tafakur bagi mereka yang mundur
Gugur kala melarikan diri
Tertembak di jalanan, terapung di kuala
Dikenal tak dikenal sama saja
Bocah kecil orang dewasa
Sukarelawan, pengecut, pemberani
Semua yang terlibat, hidup atau mati

Selamat bagi yang kalah
Angkat tabik beri hormat
Panjatkan do’a…

Baca entri selengkapnya »

Random #9

Posted: 14 Juni 2013 in Opini
Tag:,

Entah hati yang tertambat
Terik mentari
Jalan berliku, nyanyian anak kecil
Syahdu merpati pagi, jelitanya anggrek mekar
Bertebaran di dahan  pepohonan
Melingkari danau-danau teduh bermisteri

Kurangkul seisinya
Hatiku bernyanyi, kunikmati kebebasan
Mencintai semua, damai di setiap pori
Saling menghargai, meski tak mengenal
Terbuka hati, satu irama

Telah berkali kusapa Tuhan
Di tebing sungai, di kesunyian hutan
Di keheningan telaga danau
Di deburan ombak pantai
Di arus sungai biru
Di malasnya sungai mengalur
Simfoni seruling, tiupan angin di belantara

Kenapa kita usik kedamaian ini?
Ratap ketidakadilan melangit
Betapa hati terluka
Aku datang, saudaraku
Kupeluk kau, semegap hatiku..

Baca entri selengkapnya »