Tatsqif : Keniscayaan Sebuah Pengorbanan!

Wajah dunia Islam kita adalah lukisan sebuah bangsa yg selamanya sendu, kelam, kekanakan, dan serba amburadul. Darah dan air mata seakan tumpah di tanah kita tiada henti.

Hanya satu hakikat yang membuat kita sampai kini masih tetap yakin. Luka ini, suatu saat pasti sembuh. Hakikat itu sunatullah. Ia menentukan sesuatu selalu ada batasnya.

Kebesaran, dalam sejarah, selalu harus dibayar dengan harga mahal. Sebab, pohon kebesaran suatu umat hanya dapat tumbuh di taman sejarah, yang disirami air mata kesedihan dan darah pengorbanan.

Musibah datang silih berganti. Ini merupakan sunatullah. Ia membuka mata hati pada sebuah kenyataan yg maha jelas, yaitu, jati diri keIslaman kita. Penemuan jati diri ini sebagai titik awal yang menandai kelahiran suatu umat.

Harus ada tangis. Harus ada luka. Harus ada kematian. Sebab, kisah kehidupan sebuah umat bermula dari tangis kelahiran, setelah lepas dari rahim kesedihan.

Itulah yang terjadi sepanjang sejarah bangsa. Kini, Islam terbentang dari Timur ke Barat, hasil darah dan air mata sahabat-sahabat Rasulullah SAW, para tabi’in, dan para pengikutnya.

Hidup ini hanya dua alternatif : Menyerah pada keyakinan, atau maju menentang badai. Memilih alternatif pertama berarti kematian. Memilih alternatif kedua, berarti ada dua kemungkinan. Menang dan memimpin dunia, atau syahid dan bahagia di haribaan Allah Ta’ala…

4 comments on “Tatsqif : Keniscayaan Sebuah Pengorbanan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s