Dia Terlalu Mutiara

“Tahukah kamu orang yang paling tak berperasaan? Ia yang jauh dari kekasih saat hujan, namun tak menghasilkan puisi.” – Sudjiwo Tedjo-

Aku tahu, “Dia terlalu mutiara” hanya itu pikirku. Entah apa tepat aku sebut mutiara. Hanya itu diksiku mampu menjelaskanmu. Mutiara tanpa imitasi, tulus murni muncul dari hati. Mutiara asli tentu menegunkan siapa pun yang memandang. Begitu pula dirimu.. Tegurmu, meruntuhkan segala dinding kekakuan yang selama ini terbangun. Sebentar, terbangun atau di bangun..?

Dia terlalu mutiara… Mungkin ini hanya sifat asli yang baru ku mengerti. Tentu tak acuh sikapku. Lihat, bahkan berperasaan saja aku tak berani. Apalagi menyapamu. Lalu berikutnya aku menjauh. Enggan mendekat. Karena dia terlalu mutiara..!

Ah… Dia terlalu mutiara… Terlalu indah untukku yang penuh imitasi, tambal sana sini. Lihat, bahkan untuk mencinta saja aku sirna..! Menyerah tanpa syarat seperti Jepang kepada Amerika. Ternyata sekedar acuhmu, layaknya bom atom di hatiku. Mengerikan memang, perasaan itu. Terlebih stimulusnya tak di ketahui, atau, kita tak mau mengetahui..?

Ah.. Dia terlalu mutiara.. Merusak hati jika terlalu mendekati..

Ah.. Dia terlalu mutiara.. Biarkan cinta pujangga lain yang milikinya, tulus suci karena Tuhannya..

Ah.. Dia terlalu mutiara.. Hanya yang setimbanglah yang pantas bersanding dengannya..

————————————————————————————————————————————————————————————-

Bahkan berpuisi pun penuh logika, tak berperasaan.

#Random

By Septa Ryan Hidayat Posted in Opini Tagged

6 comments on “Dia Terlalu Mutiara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s