Belajar dari Perselisihan Ikhwan

Sebelumnya ada yang pernah membaca buku ini? Kitab Aku dan Al-Ikhwan Al-Muslimin karya Dr. Yusuf Al-Qaradhawi yang mengutip beberapa kisah di masa lalu. Ada beberapa kisah menarik yang beliau sampaikan, beberapa di antaranya yang masih lekat di ingatan saya adalah kisah awal bergabungnya seseorang yang banyak disebut sebagai ideolog kedua Ikhwan, Sayyid Qutb.

Menariknya adalah, saya dahulu termasuk salah seorang pembaca yang sedikit dibuat “shock” begitu mengetahui latar belakang ideologi beliau yang lantang menentang pemikiran Ikhwan pada saat itu, tapi sejarah kemudian berkata lain. Atau juga yang mengisahkan tentang siapa yang memerintahkan untuk menghukum gantung beliau, yang tidak lain adalah salah satu mantan murid ideolognya sendiri, adalah Gamal Abdul Nasser, yang dahulu di masa-masa awal turut bersama-sama bergabung dalam jamaah ikhwan,  menarik! Tapi bukan tentang itu yang ingin saya sampaikan pada tulisan kali ini.

Ada satu kisah lagi yang sangat menarik untuk diperbincangkan dan dijadikan sebagai sumber inspirasi kita dalam bergerak di jalan dakwah, di antaranya yaitu saat beliau mengisahkan perselisihan yang terjadi antara jamaah Ikhwanul Muslimin dan Partai Al-Wafd di Mesir, yang hari ini dapat dijadikan pelajaran berharga bagi setiap da’i yg ikhlas berjalan di atas jalan da’wah.

Pendukung partai Wafd terus menebar tipu daya terhadap Ikhwan. Hingga akhirnya mempengaruhi seorang Ikhwan bernama Ustadz Ahmad As-Sukari yang dikenal memiliki kecenderungan kepada Al-Wafd. As-Sukari menyatakan diri keluar dari Ikhwan dan berbalik menyerang secara khusus terhadap pimpinan Ikhwan, Hasan Al-Banna. Harian Al-Wafd menyediakan ruangan khusus di halaman pertamanya untuk Ahmad As-Sukari yang bertema “Bagaimana kekeliruan Hasan Al-Banna dalam Dakwah Ikhwanul Muslimin?”.

Mereka mengira tulisan-tulisan itu akan memecah barisan Ikhwan dan menyebabkan sebagian besar Ikhwan keluar mengikuti jejak Ahmad As-Sukari. Namun kenyataannya, keluarnya As-Sukari dari barisan Ikhwan ibarat menarik sehelai rambut dari tepung. Tak ada yang menangisi kepergiannya, tak ada hati yang peduli merindukannya. Para Ikhwan hanya menyayangkan apa yang ia tulis di media massa tersebut. Ikhwan berusaha menyikapi hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”. (Al Qashash:55)

Ada juga yang mengikuti sikap As-Sukari, tapi itu sangat sedikit dan sama sekali tidak mempengaruhi sikap Ikhwan yang lainnya. Hasan Al-Banna sendiri tidak membalas serangan dan kritikan Ahmad As-Sukari secara khusus. Al-Banna hanya menuliskan sebuah makalah yang berisi harapan agar perpisahan dirinya dengan As-Sukari dilakukan dengan baik, tidak melupakan kebaikan masing-masing, tetap menyambung hubungan baik diantara mereka meski telah berpisah jalan. Al-Banna mengatakan bahwa dirinya tak ingin masuk ke dalam peperangan itu, dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah SWT, dengan mengutip firman Allah SWT:

 “Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu, tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)”. (Asy Syura:15)

Tapi ada satu hal yang pasti, bahkan di Ikhwanul Muslimin sendiri, perbedaan pendapat dan faksionalisasi itu adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Jadi, bagi para aktivis Islam, tentu tak perlu ‘membunuh’ mereka yang berbeda, hanya karena doktrin dari pimpinan, bukan?

Catatan :
As-Sukari adalah Sekjend sekaligus pendiri Ikhwanul Muslimin, berasal dari Ismailiyah. Beliau berjuang bersama imam syahid dan bahu-membahu membesarkan jamaah. Namun pada akhirnya dia pula yang merusaknya. Sejarah pasti berulang, Wallahul musta’an

3 comments on “Belajar dari Perselisihan Ikhwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s