Random #5

Berpotong-potong alamat yang kau tinggalkan
Hanya menyodorkan perih di dalam mimpiku
Pesan yang gemetar di telapak tangan
Suara bertangkap pasi di muka
Juga alamat yang tersandar lelah
Tak sejari pun mendekatkan aku padamu

Barangkali aku yang tak bisa membaca tanda
Memahami simbol selalu dengan hati kanan
Mungkin juga aku yang terlalu lupa
Mengharapkan bayang-bayang
Yang jauh lebih tinggi dari tubuhku sendiri

Tak mustahil engkau yang selalu pelupa
Memaknai kata dengan cuma
Mungkin pula terlalu percaya dikau
Kepada setiap tiba akan merasakan sampai
Mengampungkan kota dalam rahasia capai

Wahai engkau yang terang tak membagi cahaya
Wahai engkau yang pelangi tak menyisakan warna
Wahai engkau yang elok tak melemparkan paras
Wahai engkau yang diam tak memendam sunyi
Lihat aku! Yang terpampang mengirimkan diriku
Tercabik-cabik menghantam peluru!

=========================================================================

By Septa Ryan Hidayat Posted in Opini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s