Hening yang Bening

Ada yang bekerja keras dengan banyak berkorban, lalu ia lupakan. Ada yang beramal besar, lalu mengingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Dan ada yang sama sekali tak pernah beramal lalu merasa banyak amal. Dan kerjanya menyalahkan orang yang beramal.

Tidak mau kalah dan tertinggal di belakang. Tidak malu menukar kerja dengan kata. Merasa berlari namun ternyata diam tak berbuat apa-apa. Merasa berlari cepat, ternyata malah berada di posisi tertinggal. Merasa lelah, padahal baru saja memulai. Beristirahat saat yang lain berlari. Ikut berlari, padahal yang lain tak pernah berhenti berlari.

Itulah sebabnya tidak banyak yang kuat di tempat ini. Bisa jadi nanti, kita tak lagi kuat menahan beban. Membenci, lalu memusuhi. Bagaimana lagi engkau yang kerjanya dalam kerahasiaan? Tanya Uwais, yang memilih jalan sunyi, jalan hening yang bening. Atau seperti semut hitam, kata Ikrimah. Merambat pelan pada bongkah pualam, di kala malam. Kelam..

===================================================================

Karena tidak banyak orang yang bersedia, bekerja dengan waktu yang lama, dalam kerahasiaan..

One comment on “Hening yang Bening

  1. Assalamu’alaikum akhi..lama tak berjumpa..antum tetap Luar Biasa..tetap Istiqomah akhi…kalo ada waktu boleh kita reuni…ane masih pake No HP yang lama (085268140700)…No HP antum pake yg mana sekarang.
    Semangat Akhi…
    ((Yayan Sapriansha))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s