Sejenak Hening

Kita berada dalam era keriuhan. Kita ditarik secara tak sadar ke dalam dua kehidupan, maya dan nyata. Sebagai makhluk sosial, kita hampir-hampir melupakan diri sendiri tersebab harus berada dalam dua dunia itu untuk memenuhi segala panggilan tuntutan keeksisan.

Dalam era keriuhan, kita butuh keheningan sejenak.

Keheningan sejenak mengajarkan kita untuk kembali mengenali diri. Keheningan memberikan tawaran kesempatan bagi diri untuk kembali sadar, bahwa banyak keping kebahagiaan yang telah kita lepas begitu saja. Kita kehilangan banyak sadar untuk menikmati hari-hari dengan penuh kedamaian dan kenikmatan.

Dalam era keriuhan, kita butuh bersejenak dalam hening. Bersejenak dalam hening mengantarkan kita kepada ketaktergesa-gesaan untuk menyikapi hari demi hari dengan ambisi yang menggalaukan, dan kenangan masa lalu yang mencekam langkah untuk menggamit banyak kebaikan di masa depan. Hingga diri terlupa bahwa hari ini tercipta untuk dinikmati indahnya.

Berheninglah sejenak. Bersejenaklah dalam hening. Akan banyak makna dan keindahan dalam hidup yang kita dapatkan… Baca lebih lanjut

:)

Dalam pentas kehidupan, selalu ada pegiat kebaikan. Mereka memberi tanpa pamrih. Mereka pun berlomba untuk bisa menjadi yang paling bermanfaat. Berusaha memberi dengan yang terbaik.

Namun, tidak semua yang baik adalah yang terbaik. Tapi yang seharusnya terjadi adalah, kebaikan harus mengejar, bukan dikejar. Dan yang menarik, ia selalu bersama dengan yang membutuhkan, walaupun orang tak menganggap keberadaannya.

Jadi, berbuatlah yang terbaik..

Baca lebih lanjut

Ujian..

“Hanya ranting-ranting tua bisa patah. Batang muda tetap meliuk kena terjang badai..”

-Nyai Ontosoroh, Jejak Langkah (Tetralogi Buru)-

Permasalahan memang sunnatullah untuk hadir. Besar maupun kecil, intra maupun ekstra. Masalah bisa juga di sebut ujian. Sedang ujian selalu hadir untuk meningkatkan diri kita, entah siapapun pemberinya; manusia atau Tuhan. Ujian juga kadang menjatuhkan. Wajar, namanya ujian. Yang menarik, nyatanya ujian tak selalu berbentuk kekurangan, kesempitan, ataupun kesakitan dalam bentuk kata yang lainnya. Ujian justru seringnya hadir dalam bentuk berlebih-lebihan bagi manusia-manusia tertentu. Dan itu hanya masing-masing pribadi yang bisa memahami.

Ujian-ujian itu datang sesuka hati. Tak kenal waktu. Peduli apa dengan matahari, terbitnya atau terbenamnya. Ujian selalu datang. Ya dengan masalah, ya dengan lebih. Yang kita tahu pasti, ujian itu tadi, selalu untuk meningkatkan peringkat kita di mata tiap-tiap pemberinya. Kadang memang ujian hadir dengan berita, dengan kabar sejak sebelum di mulainya. Inilah keuntungan untuk kita, kita mengetahui terjadinya. Tak mengawang-awang, tak asal-asalan. Jikalau begitu, kita bisa menyiapkan diri, bisa mengetahui apa-apa yang di butuhkan untuk menghadapinya. Nah, bagaimana kalau kita tidak menyadarinya..?

Baca lebih lanjut

Indahnya Berbagi (InShare)

  1. Kau berkata,”Sungguh pujianmu mmberati sekujurku. Pdhl aku hnyalah seorg hamba yg hrs menggerakkn tubuhku diantara sujud & berdiri. #InShare
  2. Sungguh tiada ketenangan membiarkanmu di tengah gelombang yg berselimut angkara… #InShare
  3. Padahal hanya perahu yg baik dan kokoh saja yg pantas membawamu menjelajah samudra… #InShare
  4. Maka, sungguh kabilah kami tak hanya menumpahkan air mata u/mengiringi gelombang yg membawa perahumu, tetapi jg tinta kabilah kami. #InShare
  5. Sobat, katakan kepadanya! Sungguh kabilah kami bukanlah kabilah pengembara, melainkan tempat bertambat kapal yg datang dan pergi… #InShare
  6. Maka, semoga tangan & jiwa kami terbuka u/menyambut sebaik-baik tamu dengan sebaik-baik penghormatan… #InShare
  7. Sungguh kau bagian dari kabilah kami, bahkan kaulah penjaga mata air yg memancar di sumur lembah kami… #InShare
  8. Kau berkata, “Wahai sobat, sungguh jika bukanlah karena agama adalah nasihat, niscaya aku akan lari dari permintaanmu ini.” #InShare
  9. Maka, dengan menundukkan hati, aku katakan kepadamu… #InShare
  10. Sesungguhnya jika Allah memberikan suatu kenikmatan kepada hamba-Nya, kemudian Dia mencabut kenikmatan itu darinya… #InShare
  11. dan ia menggantinya dgn infaq & shadaqah, maka itulah sebaik-baiknya pengganti dari apa yg dicabut darinya… #InShare
  12. Berbagi adalah salah satu khazanah dari khazanah-khazanah yg terbaik… #InShare
  13. Tidaklah Allah memberikan kesempatan u/berbagi, kecuali kepada hamba-Nya yg mulia di sisi-Nya… #InShare

@septa_ryan

Perasaan yang Sama

  1. #PernahMerasa sendirian? Di tengah hiruk pikuknya dunia, gemerlapnya canda, bahagianya handai taulan di sekitar kita?
  2. Merasa di sekeliling kita tak mampu lagi menghibur apa yang ada dalam sukma. Pernah? Kalau begitu, kita hampir sama..
  3. #PernahMerasa, mngapa Langit bgitu kejam? Bgitu tega menegur hati ini, smpai rsanya lemas tak mmpu lagi menapak tegap di atas kaki sndiri
  4. Malu, takut u/kmbali mnatap langit. Malu, mrsa tak pantas mnyebut asmaNya yg Mulia dg lisan yg hina. Pernah? sprtinya, kita tak jauh beda
  5. #PernahMerasa bangga? Saat ada seorg bocah dg polosnya senyum di wjahnya, mngatakn kpd ibunya, “kalau besar nanti, aku ingin seperti mas“
  6. Dan tersebutlah nama kita dari lisan bocah itu. Lalu malu seketika, setelah bangga…
  7. Merasa apa kita di hadapanNya. Merasa menyesal telah menjadi impian seorang bocah.. Pernah? Agaknya, kita hampir sama..
  8. #PernahMerasa sia-sia? Kalah berlomba, merasa berlari namun ternyata diam tak berbuat apa-apa…
  9. Merasa berlari cepat, ternyata malah berada di posisi tertinggal. Merasa lelah, padahal baru saja memulai…
  10. Beristirahat saat yg lain berlari. Ikut berlari, padahal yg lain tak pernah berhenti berlari…
  11. Seakan tak berguna hadir di perlombaan, hanya sekedar penggembira. Pernah?
  12. #PernahMerasa bingung? Tak mengerti apa yg harus dilakukan lagi. Merasa maksimal, namun hasilnya nihil tak masuk akal.
  13. Lemas hati, lemas pikiran. Merasa tak mampu lagi untuk melanjutkan…
  14. #PernahMerasa bersalah? Merasa menjadi satu-satunya penyebab kegagalan usaha perjuangan…
  15. Menjadi satu yang kehadirannya tak diharapkan, karena hanya mengacaukan…
  16. Merasa mati, dan tak pernah ingin bangkit lagi. Merasa hidup, namun hanya ingin bertemu mati..
  17. Kalaulah Allah mau, membongkar aib kita, masihkah kita berada di posisi seperti posisi kita sekarang berada di masyarakat?
  18. Tapi ternyata kita sendiri sering membocorkan aib saudara seiman..
  19. Bayangkan apa yang akan terjadi, kalau keluarga, sahabat, guru, semuanya, mengetahui siapa kita sesungguhnya…
  20. Masih beranikah menampakkan diri di tengah masyarakat? Masihkah kita bisa tersenyum menghadapi dunia?
  21. Satu waktu nanti, tangan ini akan berbicara tentang dirinya. Apa saja dia dipergunakan oleh kita. Kepada apa dia diarahkan u/digunakan..
  22. Satu waktu nanti, kaki ini akan berbicara tentang dirinya. Kemana saja dia digunakan untuk melangkah. Ke arah mana ia di jalankan..
  23. Satu waktu nanti, mata ini akan mngungkapkan ttg perihal dirinya. Kpd apa dia lbh sering menatap. kpd apa dia di buat senang u/memandang
  24. Satu waktu nanti, hati ini akan jujur berkata, tentang apa yang telah mengisinya…
  25. Apakah lebih senang dengan dzikir kepada Allah.. Atau lebih senang memikirkan yang lain..
  26. Dha’if & perawinya lemah 🙂 => @wandijp Hhaa.. *PD sepi, dak ado kawan?! Makanya menikah boy. :p
  27. #PernahMerasa.. Mengkhianati Allah? atas anugrah Islam yang diberikan secara cuma-cuma…
  28. Sering diberi kejutan bahagia, tapi hanya membalas dengan dosa dan dosa…
  29. Selalu di bantu dg cara2 tak terduga, namun tetap lupa dan membawa alasan kita ini manusia. Lalu bulu kuduk berdiri, seakan mengerti…
  30. #PernahMerasa.. Allah begitu menyayangi hambaNya? Segala dosa lengkap di buat, namun Ia tetap menerima doa…
  31. Berbagai maksiat di rangkai, diuntai sedemikian rupa, sehingga terasa indah di mata…
  32. Namun Allah tetap berfirman, “Aku tak peduli, selama engkau datang kepadaKu tanpa membawa syirik…” .
  33. #PernahMerasa.. Kehilangan kekuatan.. Saat Allah bertanya.. “NikmatKu yang mana lagi yang mau kamu dustakan..?”
  34. Ajari kami mencari makna.. Agar hati ini tertuju padaMu… #In_Share

@septa_ryan