Sastra & Inspirasi

Tak perlu kiranya menjadi mentari yang tegar di kala siang.

Atau rembulan yang benderang di tiap malam.

Tidak. Tidak perlu!

Besar tidak menjadi jaminan.

Tinggi bukan sebuah ukuran.

Cukup jadikan dirimu seperti bintang di langit.

Ketinggiannya melambangkan kerendahan hati.

Walau jauh, dia tetap ada.

Meski kadang menghilang, dia tetap bercahaya.

Tak mungkin dapat dimiliki, tapi tak bisa dilupakan.

Selalu dalam hati selamanya…

62 comments on “Sastra & Inspirasi

  1. Seseorang yang tidak pernah benar-benar berkorban.
    Maka, ia tidak akan pernah benar-benar bisa mencintai.
    Tadhiyah (pengorbanan) adalah sebuah keniscayaan.
    Untuk dapat meraih apapun yang kau inginkan.
    Harap, mimpi, cita & cinta.
    Karena hidup bukan soal seberapa banyak kau meraih.
    Tapi seberapa besar kau memberi..

    -Sebuah Momentum Pengorbanan-

  2. Tetaplah sederhana & berprasangka baiklah.
    Karena setiap orang menyukai pribadi rendah hati & bersahaja.
    Berat & sulit!
    Tapi kini harapmu begitu meneguhkan yakinanku.
    Bingkai hidup yang penuh dengan pujian & ujian.
    Mengingatkanku ‘tuk terus bertahan & menahan.
    Bertanggung jawab hingga ku berakhir…

  3. Ketika hati ini sudah mulai menyukai pujian.
    Maka Allah akan mengujinya dengan cacian & hinaan.
    Agar kita sadar, rasa kagum kepada seseorang.
    Iitu hanya karena Allah masih menutupi aibnya di mata manusia.
    Bersemangatlah, duhai jiwa!
    Jadikan ujian & cobaan hidup.
    Sebagai cambuk untuk melampaui nilai keterbatasan…

  4. Yang bisa dilakukan sekarang hanyalah berkarya & beramal.
    Jangan dengarkan suara-suara sumbang tak beraturan itu.
    Menuntut perubahan tapi tak satupun yang dilakukan.
    Berhenti mewariskan kebencian-kebencian masa lalu.
    Mari kita kumandangkan persatuan, saat yang lain mendeklarasikan perpecahan.
    Lakukanlah saja apa yg bisa kamu berikan.
    Karena syurgamu setara dengan keringatmu.
    Yakinlah…

    (Selamat Hari Sumpah Pemuda)

  5. Waktu yang dengannya Tuhan bersumpah hanya baik jika digunakan untuk 2 hal :
    Berbuat baik & Berkata baik.
    Berbuat baik dalam hal apa saja yang kita yakini.
    Dan berkata apapun yang baik yang kita yakini.
    Itulah sebabnya keyakinan itu yang terpenting.
    Kata2 & perbuatan tanpa keyakinan akan lumat bagai buih.
    Keyakinan nampak dalam karakter.
    Pemimpin tanpa karakter berbahaya.
    Karena seolah-olah yakin tapi peragu…

  6. Duhai hati, jujurlah..
    Jika memang kau tak sanggup untuk sesuatu yang besar.
    maka cukup selesaikan saja apa yang menurut mereka kecil.
    Jika kau tak snggup mengerjakan yang sebsgian.
    Janganlah kau tinggalkan yang keseluruhan.
    Dan jika memang kau tak sanggup memberikan perubahan berarti.
    Maka cukuplah persatukan kembali hati-hati yang berserakan ini…

  7. Ketika pernah ada keinginan dari kita untuk menjadi seperti orang lain.
    Maka sungguh, ada lebih banyak lagi orang yang ingin menjadi seperti diri kita.
    Berbahagialah..
    Karena masih ada sebagian dari kita yang terus bertanya.
    Apakah aku ada untuk dunia?

  8. Tidak ada yang lebih memalukan daripada melalaikan amanah-amanah yang diberikan kepadamu dan tidak ada yang lebih menyedihkan daripada mengkhianati orang-orang yang telah mencintaimu. Lakukan segalanya dengan hati, maka akan kau wujudkan cinta, ketaatan, & persatuan…

  9. Batasan nilai dari toleransi : KERJAKAN! Jangan ditunda-tunda. TINGGALKAN! Atau kamu akan tertinggal. Beginilah tabiat jalan ini. Jika bukan kita yang mengerjakan, maka takkan ada yang mau untuk menyelesaikan. Benar-benar syurga itu setara keringatmu…

  10. Telah aku persembahkan karena ALLAH apa yang bisa aku persembahkan.
    Dan aku tidak peduli apakah mereka akan mencelaku atau berterimakasih kepadaku.
    Kewajibanku hanyalah mengangkat & mengupas sesuatu yang tersamarkan.
    Dan tidak masalah bagiku apabila kau masih juga tak paham…

  11. Ada begitu banyak kata-kata yang begitu menggetarkan, tapi tak mampu untuk menggerakkan.
    Itu karena ia tidak memiliki ruh, tersusun dari retorika-retorika kosong, & angan-angan yang panjang.
    Ada satu hal mendasar yang membedakan satu orang dengan yang lainnya, adalah soal keyakinan.
    Semakin besar keyakinan yang kau miliki, maka sekuat itulah ia akan mampu mempengaruhi…

  12. Jika seseorang yang menyibukkan dirinya dengan berbuat & beramal, maka ia akan membatasi diri dalam berucap & berkata-kata. Biarkan Allah menilai atas apa yang telah kita lakukan, dan bukan atas apa yang telah kita ucapkan. Karena bagiku, seorang lelaki dinilai dari komitmennya untuk menjaga apa yang telah ia katakan…

  13. Kepuasan yang sesungguhnya dalam hidup datang dengan menjalankan tugas, bukan menghindarinya. Dengan menghadapi dan memecahkan masalah, dengan menghadapi kenyataan, dan dengan menjadi orang yang dapat diandalkan

  14. Sungguh, kualitas tak akan pernah berdusta. Layaknya asap yang akan tetap menjadi asap, walau mengangkat dirinya tinggi ke angkasa, padahal ia rendah lagi hina. Mutiara tetaplah mutiara, meski berada di dasar laut yang gelap. Hanya masalah waktu, yang akan menjadikannya mulia & berdaya guna

  15. ALLOH telah menunjukkan satu impian ideal agar kami memenangkan kebenaran secara lembut, simpatik, dan diterima oleh akal. Aku yakin bahwa kelak akan datang suatu masa, dimana semua nama, julukan, kelompok, perbedaan teoritis, seluruhnya diganti oleh kesatuan amal yang menghimpun semua barisan pasukan Muhammad. Semuanya adalah saudara sesama muslim, yang berjuang demi agama, dan berjihad di jalan ALLOH

  16. Biarkan diri ini pergi, menyapa dunia luas. Mencari inspirasi, dari perbedaan yang terpencar.. Aku ingin mencari arti. Dari semua apa yang kulihat. Dari segala yang kudengar. Dan dari seluruh zat yang kurasakan. Agar hanya Allah yang menjadi petunjuk setiap lisan yang terucap & setiap jejak yang kulangkahkan

  17. Ada satu hal mendasar yang membedakan satu orang dengan yang lainnya, adalah soal keyakinan. Semakin besar keyakinan yang kau miliki, maka sebesar itulah ia akan kuat mempengaruhi. Berbahagialah kalian yang selalu menjadi tumpuan harapan, di saat yang lain kehilang pegangan. Tetap tegar saat yang lain terlempar

  18. Maka keyakinanlah yang mensuplai jiwa seseorang dengan kekuatan & kemampuan kendali. Ini membuatnya tenang, berani & tak pernah kehabisan nafas kehendak & tekad untuk terus maju, beraksi & bertindak. Sebab tantangan-tantangan itu dalam kesadaran hatinya tak pernah menjadi lebih besar dari kemampuan jiwanya untuk menghadapinya. Meskipun kadang, di mata manusia awam, ketenangan & keberanian jiwa itu seperti sebuah kegilaan yang tak diperhitungkan

  19. Kebesaran, dalam sejarah, selalu harus dibayar dengan harga mahal. Sebab, pohon kebesaran suatu umat hanya dapat tumbuh di taman sejarah yang disirami air mata kesedihan & darah pengorbanan. Harus ada tangis. Harus ada luka. Harus ada kematian. Sebab, kisah kehidupan sebuah umat bermula dari tangis kelahiran, setelah lepas dari rahim kesedihan

  20. Iman pada takdir membuat kita membaca konspirasi dengan mata hati, mencium dengan firasat, tapi bereaksi dengan sabar & teguh. Penuh ilmu, penuh iman. Itulah sebabnya, dalam setiap peristiwa-peristiwa menyejarah, akan selalu disertai tindakan2 krusial dari pribadi-pribadi menggetarkan

  21. Perbedaan pendapat, logika dialektika, asumsi argumentasi, praduga ataupun prasangka. Semua mutlak harus diselesaikan dalam sebuah musyawarah. Di dalamnya harus menghasilkan keputusan yang kuat & mengikat, meski harus pedih & menyakitkan. Di sinilah Islam mendidik tentang sebuah kedewasaan. Belajar bertahan saat yang lain berjatuhan

  22. Dunia semakin menunjukkan wajah aslinya. Dusta meskipun indah, menghancurkan. Tetaplah jujur & sederhana, meski jauh dari pujian & menyakitkan. S’lalu terhubung ke langit agar tetap kokoh di bumi

  23. Pada suatu titik tertentu kita harus memilih. Sepanjang kita terhubung dengan langit, tidak ada kemudhoratan di bumi yang perlu dikhawatirkan. Memilih atau dipaksa untuk memilih! Lupakan, atau tinggalkan sama sekali!

  24. Orang-orang terdekat yang senantiasa bersama kita, seringkali kita lupa betapa berharganya mereka. Ya, menghargai seseorang selalu lebih tinggi dari mencintai. Karena mencintai biasanya berlatar belakang alasan subjektif, tidak independen & kadang sentimentil. Sedangkan menghargai diperlukan nalar, kesadaran lebih & alasan yang objektif.
    Hmm.. Dia begitu dekat, hingga tak teraba keberadaannya…

  25. Kau, kembali menjadi wadah tumpah ruahnya semua keluh kesah. Menampung semua limbah pikiran yang terlanjur terakumulasi. Menerimanya tanpa protes. Bahkan mendaur ulangnya menjadi energi baru bagiku. S’lalu begitu. Hati yang penat kembali terisi dengan pikiran positif. Bagaimana aku akan berterima kasih padamu? Sedangkan kata-kata itu s’lalu menghiasi tiap hari yang terangkai bersamamu, meski tersirat kadang. Terima kasih…

  26. Jika ingat nafas ini adalah amanah. Maka tidak ada kebaikan yang tidak bisa kita lakukan. Tidak ada namanya pekerjaan kecil, jika kita bersungguh2 melakukannya. Ya, setidaknya malam ini, sudah cukup menghiburku…

  27. Jangan pernah mengeluh saat kita tak mampu menyelesaikan permasalahan. Jangan suka mengkambinghitamkan saat memang kita melakukan kesalahan. Jangan berharap banyak pada mereka yang tidak pernah kita pedulikan, dimana kita saat dia begitu membutuhkan.

  28. Sungai yang terlalu lama tersumbat, akan meluap saat jutaan larik hujan melebur bersamanya. 29 jam yang lalu, sungai itu mampu menemukan celah yang membawanya pada muara, membebaskannya pada laut hingga menyatu dengan samudera. Aku hembuskan 2 kata itu pada hujan yang s’lalu meningkahi kisah2 kita. Kita memulainya dengan kebaikan dan telah mengakhirinya dengan keindahan. Terima kasih…

  29. Akan selalu ada ikatan hati dan terselipnya nama dalam setiap do’a sujud kita. Dan jika memang kelak kita ditakdirkan kembali bersama. Kumpulkan kami dalam Raudhatul Jannah, taman syurga-Mu ya Allah…

  30. Bahkan dalam kesalahanpun, engkau tunjukkan sikap terbaik. Belum terbukti, sudah mundur. Padahal sebagian yang lain, terbuktipun masih berkilah. Maka, setiap mereka yang rendah hati, akan s’lalu ditinggikan. Jiwa-jiwa ksatria yang menggetarkan…

  31. Entah apa yang sesungguhnya kalian niatkan. Petantang-petenteng tebar pesona cari perhatian. Tau sedikit sudah berani menyalahkan. Baru berbuat sedikit merasa sudah banyak berperan. Sudah, hentikan! Sebelum semua terhinakan!

  32. Bukankah Ia ciptakan angin untuk jadikan gelombang? Timbulkan arus agar tak tergenang. Semburatkan cahaya agar benderang. Bukankah Ia telah pastikan detak dlm dinding jiwa? Nafas untuk setiap hela. Air mata sebab sesak yang mendesak. Lantas mengapa kau ragu? Bahwa tak ada lagi mampu. Kendalikan gemuruh yang mengusik langkahmu. Padahal Ia tak pernah lelap. Meski kau lelah meratap…

  33. Sekiranya jiwa terbang ke langit malam. Maka dengan menengadah pada Yang Maha Besar, memperbaharui janji di bukit rindu. Menanti kematian yang indah, bersama harap kan bertemu Syurga…

  34. Ketika jiwa memiliki tekad yg kuat, maka tubuh haruslah lelah karenanya. Dan ketika seseorang merasakn kelelahan, maka dlm istirahatnya itu dia berselimutkan pahala sesuai kadar lelahnya. Jadi, berbuatlah yg terbaik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s