Aku Cinta Allah

Andaikan diriku bisa
Seperti yang lain
Yang Kau sayang
Yang Kau rindukan
Yang Kau cintai

Aku lemah tanpaMu aku lelah
Aku sungguh tak berdaya
Tolongku tolongku
Ya Allah

Setiap air mataku mengalir
Allah aku lemah dan tak berarti
Setiap derai tangis membasahi
Allah jangan tinggalkan aku lagi

Aku sayang Allah
Aku rindu Allah
Aku cinta Allah

Baca lebih lanjut

By Septa Ryan Hidayat Posted in Renungan Dengan kaitkata

Belajar dari Perselisihan Ikhwan

Sebelumnya ada yang pernah membaca buku ini? Kitab Aku dan Al-Ikhwan Al-Muslimin karya Dr. Yusuf Al-Qaradhawi yang mengutip beberapa kisah di masa lalu. Ada beberapa kisah menarik yang beliau sampaikan, beberapa di antaranya yang masih lekat di ingatan saya adalah kisah awal bergabungnya seseorang yang banyak disebut sebagai ideolog kedua Ikhwan, Sayyid Qutb.

Menariknya adalah, saya dahulu termasuk salah seorang pembaca yang sedikit dibuat “shock” begitu mengetahui latar belakang ideologi beliau yang lantang menentang pemikiran Ikhwan pada saat itu, tapi sejarah kemudian berkata lain. Atau juga yang mengisahkan tentang siapa yang memerintahkan untuk menghukum gantung beliau, yang tidak lain adalah salah satu mantan murid ideolognya sendiri, adalah Gamal Abdul Nasser, yang dahulu di masa-masa awal turut bersama-sama bergabung dalam jamaah ikhwan,  menarik! Tapi bukan tentang itu yang ingin saya sampaikan pada tulisan kali ini. Baca lebih lanjut

Re : Nik*h. Part 2

(Lanjutan..)

Seperti bagian sebelumnya, tulisan ini bukan untuk menggambarkan “keterburu-buruan” menikah. Bukan, bukan itu. Ini tulisan hanya tuangan dari kepahaman selama ini, juga apa yang penulis tahu tentang kata itu. Dan sengaja dibuat dengan judul yang sedikit aneh dan sangat tidak sensasional, karena penulis berkeyakinan, untuk bahasan mengenai tema ini selalu menarik, dan berharap tidak menjadikan tulisan ini sebagai rujukan utama, tapi sebagai pelengkap apa yang selama ini difahami. Dan teringat salah satu kicauan sobat di Twitter, mengumpulkan semua teori, untuk menciptakan teori-teori baru. Allahu’alam, mari kita lanjutkan..

Tanpa pacaran, lantas harus seperti apa? Atau bagaimana cara terbaik untuk meminang? Hmm. Sebentar. Saya khawatir banyak orang menyangka, kita ini nggak boleh jatuh cinta pada seseorang. Afwan kalau selama ini saya termasuk orang yang membahasakan seperti itu. Tidak saudaraku, jatuh cinta itu nggak haram. Itu fitrah yang tidak bisa dielakkan oleh manusia. Hanya saja, bagaimana kita membingkai ‘jatuh cinta’ itu yang dapat menjadikannya haram. Sampai melupakan Allah bahkan mengambil hak-hak Allah? Jelas, itu tentu haram. Sampai berani menyentuh yang bukan haknya? Sampai membuat lagu mau berbuat apapun ingat si dia..? Ya rabbana, jangan sampai. Ingat hadits, segalanya berawal dari niatan. Begitu pula jatuh cinta kita. Bahkan di hadits tersebut Rasulullah singgung mengenai niat karena ‘perempuan yang ingin di nikahinya..’. strategi awal yang kita –khususnya saya- perlu lakukan adalah mengembalikan segala niatan pada Allah ta’ala. Rabbul asbab. Rabb segala sebab yang ada. Baca lebih lanjut

Perasaan yang Sama

  1. #PernahMerasa sendirian? Di tengah hiruk pikuknya dunia, gemerlapnya canda, bahagianya handai taulan di sekitar kita?
  2. Merasa di sekeliling kita tak mampu lagi menghibur apa yang ada dalam sukma. Pernah? Kalau begitu, kita hampir sama..
  3. #PernahMerasa, mngapa Langit bgitu kejam? Bgitu tega menegur hati ini, smpai rsanya lemas tak mmpu lagi menapak tegap di atas kaki sndiri
  4. Malu, takut u/kmbali mnatap langit. Malu, mrsa tak pantas mnyebut asmaNya yg Mulia dg lisan yg hina. Pernah? sprtinya, kita tak jauh beda
  5. #PernahMerasa bangga? Saat ada seorg bocah dg polosnya senyum di wjahnya, mngatakn kpd ibunya, “kalau besar nanti, aku ingin seperti mas“
  6. Dan tersebutlah nama kita dari lisan bocah itu. Lalu malu seketika, setelah bangga…
  7. Merasa apa kita di hadapanNya. Merasa menyesal telah menjadi impian seorang bocah.. Pernah? Agaknya, kita hampir sama..
  8. #PernahMerasa sia-sia? Kalah berlomba, merasa berlari namun ternyata diam tak berbuat apa-apa…
  9. Merasa berlari cepat, ternyata malah berada di posisi tertinggal. Merasa lelah, padahal baru saja memulai…
  10. Beristirahat saat yg lain berlari. Ikut berlari, padahal yg lain tak pernah berhenti berlari…
  11. Seakan tak berguna hadir di perlombaan, hanya sekedar penggembira. Pernah?
  12. #PernahMerasa bingung? Tak mengerti apa yg harus dilakukan lagi. Merasa maksimal, namun hasilnya nihil tak masuk akal.
  13. Lemas hati, lemas pikiran. Merasa tak mampu lagi untuk melanjutkan…
  14. #PernahMerasa bersalah? Merasa menjadi satu-satunya penyebab kegagalan usaha perjuangan…
  15. Menjadi satu yang kehadirannya tak diharapkan, karena hanya mengacaukan…
  16. Merasa mati, dan tak pernah ingin bangkit lagi. Merasa hidup, namun hanya ingin bertemu mati..
  17. Kalaulah Allah mau, membongkar aib kita, masihkah kita berada di posisi seperti posisi kita sekarang berada di masyarakat?
  18. Tapi ternyata kita sendiri sering membocorkan aib saudara seiman..
  19. Bayangkan apa yang akan terjadi, kalau keluarga, sahabat, guru, semuanya, mengetahui siapa kita sesungguhnya…
  20. Masih beranikah menampakkan diri di tengah masyarakat? Masihkah kita bisa tersenyum menghadapi dunia?
  21. Satu waktu nanti, tangan ini akan berbicara tentang dirinya. Apa saja dia dipergunakan oleh kita. Kepada apa dia diarahkan u/digunakan..
  22. Satu waktu nanti, kaki ini akan berbicara tentang dirinya. Kemana saja dia digunakan untuk melangkah. Ke arah mana ia di jalankan..
  23. Satu waktu nanti, mata ini akan mngungkapkan ttg perihal dirinya. Kpd apa dia lbh sering menatap. kpd apa dia di buat senang u/memandang
  24. Satu waktu nanti, hati ini akan jujur berkata, tentang apa yang telah mengisinya…
  25. Apakah lebih senang dengan dzikir kepada Allah.. Atau lebih senang memikirkan yang lain..
  26. Dha’if & perawinya lemah 🙂 => @wandijp Hhaa.. *PD sepi, dak ado kawan?! Makanya menikah boy. :p
  27. #PernahMerasa.. Mengkhianati Allah? atas anugrah Islam yang diberikan secara cuma-cuma…
  28. Sering diberi kejutan bahagia, tapi hanya membalas dengan dosa dan dosa…
  29. Selalu di bantu dg cara2 tak terduga, namun tetap lupa dan membawa alasan kita ini manusia. Lalu bulu kuduk berdiri, seakan mengerti…
  30. #PernahMerasa.. Allah begitu menyayangi hambaNya? Segala dosa lengkap di buat, namun Ia tetap menerima doa…
  31. Berbagai maksiat di rangkai, diuntai sedemikian rupa, sehingga terasa indah di mata…
  32. Namun Allah tetap berfirman, “Aku tak peduli, selama engkau datang kepadaKu tanpa membawa syirik…” .
  33. #PernahMerasa.. Kehilangan kekuatan.. Saat Allah bertanya.. “NikmatKu yang mana lagi yang mau kamu dustakan..?”
  34. Ajari kami mencari makna.. Agar hati ini tertuju padaMu… #In_Share

@septa_ryan

Ini Dakwah Kami

  1. Jangan2 bahkan engkau bermaksiat, di saat melakukan apa yg tampaknya ketaatan..
  2. Kita adl Da’i bukan hakim. Tugas kita hanyalah menyampaikan, bukan menghakimi. Jauhkan prasangka dari hati & lisan yg tak berbelas kasih..
  3. Dakwah ini merekatkn bukan mnjauhkn, mnghimpun bukan mnceraikn, mengajak bukan memvonis, inklusif bukan eksklusif, memahamkn bukan memaksakn
  4. Dakwah ini, pahalanya individu, kerjanya jama’i, muaranya syurgawi bukan duniawi apalagi popularitas diri.
  5. Dakwah ini berdasar kalam ilahi dan sabda nabi, bukan logika diri yg melampau batas dua sumber tadi, mari trus mengilmui, jangan berhenti!
  6. Dakwah ini, bingkainy ukhuwah, disana ada mahabbh,atmosferny doa rabithah,nuansany tausiyah,sungguh sgt indah krn brsm brjuang meraih jannah
  7. Dakwah adl cinta pesan Ust Rahmat A, Dan cinta akan mminta semuany dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Brjalan,duduk& tidurmu
  8. Dakwah ini bukanny tdk melelahkn, Bknny tdk mebosankn, bknnya tdk menyakitkn. Bahkn jg para pejuang risalah bukanny sepi dr godaan kefuturan
  9. Dakwah ini juga perbaikan diri, bukan hanya seruan kesana sini. Mengejar muwashofat penghuni syurga itu juga tugas mulia para da’i..
  10. Dakwah ini butuh qudwah, itulh senjata utama para nabi, bukan hanya elegansi komunikasi. Dan saya masih jauh dari ini, smg bisa berbenh diri
  11. Dakwah ini, mungkin ada pejuangnya yg sakit hati, mari luruskn niat krn ilahi, mari kembali bersama beramal jama’i membenahi perjuangan ini.
  12. Dakwah ini memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera, tanpa putus asa dan putus harapan..
  13. Dakwah ini butuh ketenangan, keteguhan & keberanian. Cari dan mintalah kepada Rabb tempat kita menaruh harapan..

@septa_ryan