Indahnya Berbagi (InShare)

  1. Kau berkata,”Sungguh pujianmu mmberati sekujurku. Pdhl aku hnyalah seorg hamba yg hrs menggerakkn tubuhku diantara sujud & berdiri. #InShare
  2. Sungguh tiada ketenangan membiarkanmu di tengah gelombang yg berselimut angkara… #InShare
  3. Padahal hanya perahu yg baik dan kokoh saja yg pantas membawamu menjelajah samudra… #InShare
  4. Maka, sungguh kabilah kami tak hanya menumpahkan air mata u/mengiringi gelombang yg membawa perahumu, tetapi jg tinta kabilah kami. #InShare
  5. Sobat, katakan kepadanya! Sungguh kabilah kami bukanlah kabilah pengembara, melainkan tempat bertambat kapal yg datang dan pergi… #InShare
  6. Maka, semoga tangan & jiwa kami terbuka u/menyambut sebaik-baik tamu dengan sebaik-baik penghormatan… #InShare
  7. Sungguh kau bagian dari kabilah kami, bahkan kaulah penjaga mata air yg memancar di sumur lembah kami… #InShare
  8. Kau berkata, “Wahai sobat, sungguh jika bukanlah karena agama adalah nasihat, niscaya aku akan lari dari permintaanmu ini.” #InShare
  9. Maka, dengan menundukkan hati, aku katakan kepadamu… #InShare
  10. Sesungguhnya jika Allah memberikan suatu kenikmatan kepada hamba-Nya, kemudian Dia mencabut kenikmatan itu darinya… #InShare
  11. dan ia menggantinya dgn infaq & shadaqah, maka itulah sebaik-baiknya pengganti dari apa yg dicabut darinya… #InShare
  12. Berbagi adalah salah satu khazanah dari khazanah-khazanah yg terbaik… #InShare
  13. Tidaklah Allah memberikan kesempatan u/berbagi, kecuali kepada hamba-Nya yg mulia di sisi-Nya… #InShare

@septa_ryan

Iklan

Perasaan yang Sama

  1. #PernahMerasa sendirian? Di tengah hiruk pikuknya dunia, gemerlapnya canda, bahagianya handai taulan di sekitar kita?
  2. Merasa di sekeliling kita tak mampu lagi menghibur apa yang ada dalam sukma. Pernah? Kalau begitu, kita hampir sama..
  3. #PernahMerasa, mngapa Langit bgitu kejam? Bgitu tega menegur hati ini, smpai rsanya lemas tak mmpu lagi menapak tegap di atas kaki sndiri
  4. Malu, takut u/kmbali mnatap langit. Malu, mrsa tak pantas mnyebut asmaNya yg Mulia dg lisan yg hina. Pernah? sprtinya, kita tak jauh beda
  5. #PernahMerasa bangga? Saat ada seorg bocah dg polosnya senyum di wjahnya, mngatakn kpd ibunya, “kalau besar nanti, aku ingin seperti mas“
  6. Dan tersebutlah nama kita dari lisan bocah itu. Lalu malu seketika, setelah bangga…
  7. Merasa apa kita di hadapanNya. Merasa menyesal telah menjadi impian seorang bocah.. Pernah? Agaknya, kita hampir sama..
  8. #PernahMerasa sia-sia? Kalah berlomba, merasa berlari namun ternyata diam tak berbuat apa-apa…
  9. Merasa berlari cepat, ternyata malah berada di posisi tertinggal. Merasa lelah, padahal baru saja memulai…
  10. Beristirahat saat yg lain berlari. Ikut berlari, padahal yg lain tak pernah berhenti berlari…
  11. Seakan tak berguna hadir di perlombaan, hanya sekedar penggembira. Pernah?
  12. #PernahMerasa bingung? Tak mengerti apa yg harus dilakukan lagi. Merasa maksimal, namun hasilnya nihil tak masuk akal.
  13. Lemas hati, lemas pikiran. Merasa tak mampu lagi untuk melanjutkan…
  14. #PernahMerasa bersalah? Merasa menjadi satu-satunya penyebab kegagalan usaha perjuangan…
  15. Menjadi satu yang kehadirannya tak diharapkan, karena hanya mengacaukan…
  16. Merasa mati, dan tak pernah ingin bangkit lagi. Merasa hidup, namun hanya ingin bertemu mati..
  17. Kalaulah Allah mau, membongkar aib kita, masihkah kita berada di posisi seperti posisi kita sekarang berada di masyarakat?
  18. Tapi ternyata kita sendiri sering membocorkan aib saudara seiman..
  19. Bayangkan apa yang akan terjadi, kalau keluarga, sahabat, guru, semuanya, mengetahui siapa kita sesungguhnya…
  20. Masih beranikah menampakkan diri di tengah masyarakat? Masihkah kita bisa tersenyum menghadapi dunia?
  21. Satu waktu nanti, tangan ini akan berbicara tentang dirinya. Apa saja dia dipergunakan oleh kita. Kepada apa dia diarahkan u/digunakan..
  22. Satu waktu nanti, kaki ini akan berbicara tentang dirinya. Kemana saja dia digunakan untuk melangkah. Ke arah mana ia di jalankan..
  23. Satu waktu nanti, mata ini akan mngungkapkan ttg perihal dirinya. Kpd apa dia lbh sering menatap. kpd apa dia di buat senang u/memandang
  24. Satu waktu nanti, hati ini akan jujur berkata, tentang apa yang telah mengisinya…
  25. Apakah lebih senang dengan dzikir kepada Allah.. Atau lebih senang memikirkan yang lain..
  26. Dha’if & perawinya lemah 🙂 => @wandijp Hhaa.. *PD sepi, dak ado kawan?! Makanya menikah boy. :p
  27. #PernahMerasa.. Mengkhianati Allah? atas anugrah Islam yang diberikan secara cuma-cuma…
  28. Sering diberi kejutan bahagia, tapi hanya membalas dengan dosa dan dosa…
  29. Selalu di bantu dg cara2 tak terduga, namun tetap lupa dan membawa alasan kita ini manusia. Lalu bulu kuduk berdiri, seakan mengerti…
  30. #PernahMerasa.. Allah begitu menyayangi hambaNya? Segala dosa lengkap di buat, namun Ia tetap menerima doa…
  31. Berbagai maksiat di rangkai, diuntai sedemikian rupa, sehingga terasa indah di mata…
  32. Namun Allah tetap berfirman, “Aku tak peduli, selama engkau datang kepadaKu tanpa membawa syirik…” .
  33. #PernahMerasa.. Kehilangan kekuatan.. Saat Allah bertanya.. “NikmatKu yang mana lagi yang mau kamu dustakan..?”
  34. Ajari kami mencari makna.. Agar hati ini tertuju padaMu… #In_Share

@septa_ryan

Ini Dakwah Kami

  1. Jangan2 bahkan engkau bermaksiat, di saat melakukan apa yg tampaknya ketaatan..
  2. Kita adl Da’i bukan hakim. Tugas kita hanyalah menyampaikan, bukan menghakimi. Jauhkan prasangka dari hati & lisan yg tak berbelas kasih..
  3. Dakwah ini merekatkn bukan mnjauhkn, mnghimpun bukan mnceraikn, mengajak bukan memvonis, inklusif bukan eksklusif, memahamkn bukan memaksakn
  4. Dakwah ini, pahalanya individu, kerjanya jama’i, muaranya syurgawi bukan duniawi apalagi popularitas diri.
  5. Dakwah ini berdasar kalam ilahi dan sabda nabi, bukan logika diri yg melampau batas dua sumber tadi, mari trus mengilmui, jangan berhenti!
  6. Dakwah ini, bingkainy ukhuwah, disana ada mahabbh,atmosferny doa rabithah,nuansany tausiyah,sungguh sgt indah krn brsm brjuang meraih jannah
  7. Dakwah adl cinta pesan Ust Rahmat A, Dan cinta akan mminta semuany dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Brjalan,duduk& tidurmu
  8. Dakwah ini bukanny tdk melelahkn, Bknny tdk mebosankn, bknnya tdk menyakitkn. Bahkn jg para pejuang risalah bukanny sepi dr godaan kefuturan
  9. Dakwah ini juga perbaikan diri, bukan hanya seruan kesana sini. Mengejar muwashofat penghuni syurga itu juga tugas mulia para da’i..
  10. Dakwah ini butuh qudwah, itulh senjata utama para nabi, bukan hanya elegansi komunikasi. Dan saya masih jauh dari ini, smg bisa berbenh diri
  11. Dakwah ini, mungkin ada pejuangnya yg sakit hati, mari luruskn niat krn ilahi, mari kembali bersama beramal jama’i membenahi perjuangan ini.
  12. Dakwah ini memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera, tanpa putus asa dan putus harapan..
  13. Dakwah ini butuh ketenangan, keteguhan & keberanian. Cari dan mintalah kepada Rabb tempat kita menaruh harapan..

@septa_ryan

Zero Mind : Pembersihan Jiwa

  1. Kita semua sdg berproses. Belajar u/tetap biasa, di tengah kerja2 besar kita. #ZeroMind
  2. Ini perkara mentalitas. Membuat diri terjaga dari gegap gempita, disaat yg lain merindukan riuh ramai tepuk tangan dunia. #ZeroMind
  3. Proses ini menjadi sangat penting. Selayaknya seorang hamba di hadapan Tuhan nya. #ZeroMind
  4. Sebuah proses pengkristalan gejolak syahwat duniawi, menjadikannya berada tepat pada titik keseimbangan mental. #ZeroMind
  5. Satu titik lbih ke bawah bs mjadi rendah diri, satu titik lebih ke atas bisa jadi angkuh diri. Kita harus tepat brada di tengah keduanya
  6. Coba jawab pertanyaan sederhana ini. “Apa yg kamu rasakan jika tdk ada mention / komentar, atau saat kita di unfollow?”
  7. Paham kan maksudnya? Itu bentuk kecil dari keseluruhan proses ini. #ZeroMind
  8. Karena dlm proses interaksi kita, ada terlalu banyak faktor psikologis yg mempengaruhi. #ZeroMind
  9. Takut, hormat, segan, harap, cinta, kasih, bhkan ketidakpedulian. Yg kesemuanya hmpir berpengaruh paling signifikan dlm sikap & laku kita
  10. Gejala psikologis ini kadang menyedihkan. Terutama di era sosial media seperti sekarang. #ZeroMind
  11. Seseorang dinilai dari jumlah followernya. Makin banyak, makin berbanggalah ia, duh.. #ZeroMind
  12. Senang berbangga2 dg dirinya, padahal amalan belumlah seberapa. #ZeroMind
  13. Suka menunjuk2 kan amalnya, bersedih jika tak ada yg menghargainya, duh.. #ZeroMind
  14. Berindah2 dlm bahasanya, tapi jauh nilai maknawinya. #ZeroMind
  15. Mengapa di awal2 materi kita adl soal Ma’rifatullah, Ma’rifatu Rasul, Syahadatain dan Ma’rifatu Nafs?
  16. Pertanyaan ini serupa, mengapa dakwah tauhid Rasulullah di Mekkah jauh lebih lama daripada di Madinah?
  17. Kesemuanya adl u/menghancurkan benih2 keangkuhan, penyembahan kpd thagut, dan kejahiliyahan masa lalunya.
  18. Banyak yg berhasil dlm proses ini, namun tdk sedikit juga yg gagal. Karena ini adl bagian terulit & paling fundamental
  19. Karena proses ini adl yg mengawali dari keseluruhan proses rekronstruksi kepribadian. Menjadi pribadi yg sama sekali baru
  20. Sering kita melihat amalan yg terlihat besar di awalnya, kemudian hilang. Tak berbekas.
  21. Atau seseorang yg sesungguhnya berbakat menjadi besar, lalu tenggelam. Tak lagi terdengar.
  22. Semuanya karena gagal di awalnya. Tidak sempurna kepribadiannya. Terlalu cinta pd duniawinya.
  23. Kader yg telah berhasil dlm proses ini, makin cemerlang kepribadiannya, makin sederhana tutur katanya, makin hati2 dlm tingkah lakunya
  24. Semakin cinta ia dg Rabbnya, semakin khawatir ia diketahui amal2 nya, semakin giat ia bekerja dlm kesendiriannya
  25. Makanya, padanan kata ikhlas, tawadhu, dan istiqomah adl satu kesatuan. Yg satu menjadi penyebab bagi yg lainnya. #ZeroMind
  26. Seseorang yg tawadhu senantiasa ikhlas di hatinya. Seseorang yg istiqomah selalu tawadhu dg qodho & qodarnya.
  27. Demikian jg sebaliknya, mengapa kita susah u/istiqomah, atau beramal tapi masih sering menunjuk2 kannya. Lihat proses2 sebelumnya.
  28. Bicaramu peradaban, tapi tarbiyah kau lupakan. Berniat u/mempersatukan, tapi bahasamu membeda2 kan.
  29. Tulisan2 mu tentang perlawanan, biar dibilang sastrawan. Diskusi2 mu soal gerakan, tapi niatnya hanya karena si fulan #ups
  30. Makanya, kurang bijak rasanya kita menilai seseorang hanya dari lisan ataupun tulisan. Karena pastilah ada banyak yg disembunyikan
  31. Karena saya selalu yakin, pribadi2 yg sdh sampai pd tahapan ini, memiliki daya tahan & vitalitas tersendiri. Ia akan nampak berbeda.
  32. Ia tdk akan pernah gagap dlm bernarasi. Melankolik cinta anak muda, sakit hati dg yg berbeda. Itu hal sepele akhee, ukhtee.
  33. Kalimat2 mereka mungkin tdk indah, tapi bertenaga.
  34. Fikiran2 mereka mungkin sederhana, tapi selalu menggugah.
  35. Amal2 nya mungkin yg lain menganggapnya biasa, tapi ia akan menyejarah.
  36. Karena kebaikan dari orang2 seperti ini akan selalu mempesona, meski tanpa dibingkai kalimat yg indah2
  37. Ia selalu unik, berbeda dg cara yg lain, yg belum pernah ada sebelumnya. #ZeroMind #End

Renungan

  1. Bhkan,jk ALLAH hendak mmbuka aib2 qt,mk tdk ada s’orgpun yg dg angkuh bjln di ats muka bumi. Lntas apa lg yg bs qt smbongkn? Astghfirullah!
  2. Banyak yg jatuh lalu runtuh, karena jiwa nya yg tak teguh. Serahkan semua pd ALLAH. Fokus qt adl perbaikan, bukan penilaian!
  3. Dan alasan yg paling banyak merusak adalah, kecewa & wanita. Maka, berhati-hatilah!
  4. Bhkn imam al ghazali yg mahsyur pun brpesan,prkara pling sulit dlm dien ini adl soal hati! Apa yg sdh qt niat kan saat ini? Mari qt prbaiki
  5. Potensi bsr yg qt miliki jika tdk disalurkn dg tgs & tgung jwb yg bsar, mka ia akn dialihkan dg kelalaian yg jg besar. Maka berhati2 lah!
  6. Bhkan 140 krkter hruf yg qt tuliskn,akn diprtggung jwbkan scra moral di dpn mnusia & amal di hdpn ALLAH. Sdh brmnfaatkh? Mka brhati2 lah!

============================================================ Baca lebih lanjut

By Septa Ryan Hidayat Posted in Opini Dengan kaitkata