Sejenak Hening

Kita berada dalam era keriuhan. Kita ditarik secara tak sadar ke dalam dua kehidupan, maya dan nyata. Sebagai makhluk sosial, kita hampir-hampir melupakan diri sendiri tersebab harus berada dalam dua dunia itu untuk memenuhi segala panggilan tuntutan keeksisan.

Dalam era keriuhan, kita butuh keheningan sejenak.

Keheningan sejenak mengajarkan kita untuk kembali mengenali diri. Keheningan memberikan tawaran kesempatan bagi diri untuk kembali sadar, bahwa banyak keping kebahagiaan yang telah kita lepas begitu saja. Kita kehilangan banyak sadar untuk menikmati hari-hari dengan penuh kedamaian dan kenikmatan.

Dalam era keriuhan, kita butuh bersejenak dalam hening. Bersejenak dalam hening mengantarkan kita kepada ketaktergesa-gesaan untuk menyikapi hari demi hari dengan ambisi yang menggalaukan, dan kenangan masa lalu yang mencekam langkah untuk menggamit banyak kebaikan di masa depan. Hingga diri terlupa bahwa hari ini tercipta untuk dinikmati indahnya.

Berheninglah sejenak. Bersejenaklah dalam hening. Akan banyak makna dan keindahan dalam hidup yang kita dapatkan…

==================================================================

Mendapati, tersadarkan. Kita jauh lebih menghayati, dalamnya pribadi yang hatinya hening nan bening..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s